Showing posts with label Tulisan Saya. Show all posts
Showing posts with label Tulisan Saya. Show all posts

Thursday, January 24, 2013

Al-Qur'an Sebagai Pedoman Hidup

Al-Qur'an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang mengandung petunjuk bagi umat manusia dan menjadi pedoman hidup mereka yang ingin mencapai kebahagian didunia dan akhirat. Al-Qur'an diturunkan tidak hanya untuk satu umat atau satu abad, akan tetapi Al-Qur'an diturunkan untuk selurh umat manusia dan berlaku sampai akhir zaman. Al-Qur'an merupakan kunci dari segala dan jenis ilmu serta ajaran-ajaran yang sangat luas sama dengan luasnya sejarah kehidupan umat manusia.

Al-Qur'an adalah Kalam Allah SWT, yang merupakan mukjizat yang diturunkan atau diwahyukan kepada Nabi Muhammad SWT, ditulis di Mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir serta membacanya adalah ibadah.

Al-Qur'an tersebut diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari atau kurang lebih 23 tahun lamanya.

Dalam mempelajari Al-Qur'an dan mengamalkannya kepada orang lain, merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Dengan meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan isi Al-Qur'an dengan sebenar-benarnya, maka dapat dipastikan, Allah akan memberi jaminan bagi setiap tidak akan tersesat dan akan meraih kebahagian dunia dan akhirat.

Kandungan-kandungan dalam Al-Qur'an mempunyai poko-pokok masalah mengenai manusia, masyarakat, kehidupan, sosial ekonomi, politik, sejarah, hukum, prinsip-prinsip disiplin, kerja keras, penciptaan alam semesta, mengenai haram halal, penciptaan manusia, dan masih banyak lagi. Bila kita mempelajari dengan sungguh-sungguh maknanya, maka kita akan mengerti kebenarannya, kemuliaannya, yang terkandung dalam Al-Qur'an. Sebagai contoh gambarannya anda lihat saja filem Keajaiban Al-Qur'an yang dibuat oleh Harun Yahya, itu menggambarkan Al-Qur'an adalah pedoman untuk umat manusia dan didalamnya mengandung makna yang sangat luas serta mempunyai keistimewaan didalamnya bila kita memang benar-benar mempelajari Al-Qur'an dengan seksama dan teliti memakai logika dan akal pikiran yang sehat, maka kita akan mengerti tentang kebenaran suati isi kandungan Al-Qur'an tersebut.

Wednesday, December 5, 2012

Menjaga Akhlak Baik


Menjaga Akhlak Baik
Manusia dilahirkan dalam keadaan suci sewaktu keluar dari rahim ibu. Tak ada manusia yang dilahirkan dari kandungan yang mengandung dosa ibu ayahnya (orang tua). Karna manusia semenjak dari awal itu bersih dari dosa-dosa dan kesalahan, meski orang tuanya itu mempunyai kesalahan atau dosa-dosa. Prinsipnya manusia itu bersih dari beban dan dosa-dosa menurut ajaran islam.

Dalam islam mengajarkan moral, agar manusia dapat menjaga kefitrahan atau kebaikannya. Seorang bayi yang baru dilahirkan dari kandung ibunya, tentu akan menjadi tanggung jawab orang tuanya. Baik buruk, tentu akan tergantung bagaimana orang tua yang mengajarkannya.

Manusia harus menjaga akhlaknya karna manusia itu dikaruniai nafsu-nafsu oleh Allah SWT, dalam segi apapun terkeculi dalam kebaikan seperti selalu ingin menacari ilmu (haus akan ilmu), dan pokonya dalam segi kebaikan deh....jhehehehe. Menjaganya harus dengan apa????......harus dengan IMAN. Bila tidak, manusia akan selalu terjerumus kedalam kenistaan atau kesalahan-kesalahan. So apa akah yang dimaksud dengan iman itu????? Apa coba????....

Iman itu berarti percaya, dan menurut ajaran islam itu iman artinya “tunduk patuh terhadap apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi semua larangan-larngannya”. Maksudnya kita itu bukan hanya percaya saja, so...kita juga harus patuh dan tunduk terhadap Allah SWT. Bila tidak, bagaimana kita mau bisa menjaga akhlak kita yang baik, sedangkan kita hanya percaya dan tidak menuruti atau patuh terhadap perintah-Nya. Kita harus menjaga keimanan kita dengan sekuat-kuatnya. Solusi pertamanya kita harus selalu mendirikan ibadah sholat. Sholat itu baik untuk menjaga dari hal-hal perbuatan yang keji dan munkar. Selain dalam sholat kita juga harus selalu bedoa untuk meminta agar selalu dituntun kejalan yang lurus (Allah SWT).

Kegunaan dalam menjaga akhlak yang baik, tentunya kita akan selalu disegani dan mendapatkan simpati oleh orang lain. Seperti dalam hadis dibawah ini :

Kamu tidak bisa memperolah simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan dengan akhlak yang baik. (HR. Abu Yu'la dan Baihaqi).

Hadis lain juga menerangkan tentang Akhlak yang baik yaitu :

Kamu tidak bisa memperolah simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan dengan akhlak yang baik. (HR. Abu Yu'la dan Baihaqi). Dan masih banyak lagi hadis-hadis yang menerangkan tentang akhlak.

Jadi kita harus menjaga akhlak kita dengan baik dan ketat didalam diri kita, agar kita selalu mempunyai akhlak yang baik dan tidak selalu terkecoh oleh akhlak yang buruk. Dikarnakan, didalam hidup didunia ini begitu banyak godaan dan cobaan yang selalu menyelimuti kita untuk selalu terjerumus kedalam yang tidak baik. Bila kita tidak begitu ketak dalam menjaga akhlak kita, tentunya kita suatu saat akan terjerumus dalam kemaksiatan atau ke hal-hal yang tidak baik. Solusinya kita kembali menuju iman dan takwa kepada Allah SWT.

Berikut cara-cara untuk menjaga akhlak yang baik yaitu :

1. Kita harus memegang teguh prinsip kebaikan.
Dalam hal ini, dimanapun dan dalam kondisi apapaun kita harus menjaga kebiaikan dan tidak terpengaruh oleh situasi kondisi lingkungan sekitar.

2. Selalu mengoreksi dan memperbaiki diri.
Manusia selalu didasari dengan kesalahan dan kebaikan yang mungkin pastinya kesalahan dalam diri manusia (diri kita) susah untuk kita lihat dan kebaikan yang selalu kita bisa lihat. Jadi kita harus selalu berkaca diri, apakah kita sudah menjadi baik, dan apakah kita sudah menjadi lebih baik dengan merenungi perjalanan hidup kita didunia yang penuh dengan cobaan-cobaan.

3. Selalu menerima saran dan kritik yang membangun.
Orang yang tidak menerima keritik dari orang lain dan ia selalu merasa dirinya itu baik dan selalu menilai orang lain buruk, tentunya itu akan menjadi sesuatu pribadi yang sombong dan kita termasuk kedalam orang yang celaka. Tentunya kita harus menerima keritik atau saran atau masukan orang lain, baik itu teman ortu dan guru, agar kita selalu bisa menjadi lebih baik.

4. Bersemangat dalam menjaga memperbaiki akhlak baik.
Dalam hal ini kita harus menjaga semangat kita agar kita selalu terus menerus memperbaiki dan membangun akhlak yang baik dan tidak terpengaruh oleh keluhan atau rasa cape atau intinya mengeluh.

5. Selalu berdoa dan mendirikan sholat.
Dalam diri kita seperti dalam cara no "1", kita merupakan manusia yang sempurna tetapi juga didasari dengan kesalahan. Jadi kita diharuskan untuk selalu berdoa kepada Allah SWT dan mendirikan sholat agar kita terbimbing untuk terus selalu berada dijalan Allah SWT yang tentunya bila kita selalu terus berada dijalan Allah SWT, kita pasti mempunyai akhlak yang baik.

Tuesday, November 27, 2012

Jujur Itu Kunci Kebaikan Menuju Kebahagiaan.


Dulu, disaat waktu kita kecil, orang tua selalu mengajarkan kita agar selalu jujur. Memang itu suatu pesan atau kata-kata yang sederhana untuk kita, tetapi itu merupakan kalimat yang memiliki makna yang sangat luar biasa. Sikap jujur merupakan kunci untuk mendapatkan kebahagiaan. Dan tanpa adanya sikap jujur, seberapa banyak kebahagian yang kita miliki akan sia-sia. Seperti contoh cerita seorang tokoh ulama besar (Imam Syafi’i) yang begitu terkenal dalam kejujurannya.

Ceritanya begini......
Pada suatu hari Ia sedang beristirahat dipinggir sungai, karna lelahnya Ia mengembara untuk mencari ilmu. Selain itu Ia bukan hanya kelelahan, tetapi Ia juga sangat lapar dari sejak pagi Ia tidak memakan apapun. Pada waktu itu Ia melihat buah apel yang hanyut disungai, dan Ia segera mengambil buah apel itu lalu memakannya sampai habis.

Setelah buah apel tersebut dimakan sampai habis, Ia sadar dan merasa berdosa karna telah memakan makanan yang buka haknya. Didalam benaknya Ia bertanya bahwa buah apel itu pasti ada yang memilikinya, serta Ia merasa harus untuk meminta izin kepada pemiliknya sebelum memakan buah apel tersebut. Ia memang sangat berhati-hati dalam barang yang halal haram serta barang subhat. Bagai manapun, Ia merasa barang yang Ia makan tadi akan mempengaruhi perilakunya. Dan Ia sangat menyesal karna telah memakan buah apel itu, serta Ia pergi untuk mencari tahu bahwa siapa pemilik buah apel tersebut, untuk meminta izin dan minta keikhlasan kepada pemilik buah apel itu karna telah Ia makan tanpa seizin pemiliknya. Dengan tanpa pikir panjang Ia pun bersegera untuk mencari tahu tentang pohon buah apel tersebut dengan menyusuri sepanjang pinggir sungai.

Setelah Ia menemukan pohon yang Ia perkirakan bahwa buah apel yang Ia makan itu dari pohon yang Ia temukan dipinggir sungai, Ia begitu gembira dan senang karna Ia merasa pasti bisa untuk menemukan sang pemiliknya dengan menanyakan kepada penduduk sekitar. Begitu sang pemilik buah apel tersebut Ia temukan, Ia pun bersegra mendatangi pemilik apel itu dengan setulus untuk meminta izin dan keikhlasannya tentang buah apel yang Ia makan.

Pemilik buah apel lalu mau mengikhlaskan tentang apel yang Ia makan dengan sebuah syarat, bahwa bila Ia ingin diberikan keikhlasan tentang buah apel yang Ia makan tanpa seizin pemiliknya, maka Ia harus menuruti permintaan sang pemilik bauh apel tersebut, untuk menjadikannya pembantu pribadinya tanpa bayaran. Ia pun menyutujui syarat sang pemilik buah apel itu.

Setelah itu Ia pun melakukan tugasnya dengan sebuha keikhlasan, kejujuran, tulus, rendah hati, taat dalam ibadah serta Ia pun sangat pintar. Sang pemilik buah pun sangat terkesan dengan sikap dan prilakunya selama Ia menjalankan tugasnya.

Begitu Ia merasa sudah selesai dalam menjalani tugasnya selama bertahun-tahun, ia pun bertanya kepada sang pemilik buah apel tersebut bahwa Ia sudah melakukan segala tugas yang diberikan oleh pemilik apel.  Pertanyaannya pun langsung dijawab bahwa Ia bila ingin benar-benar diberi keikhlasan tentang buah apel yang pernah Ia makan, Ia harus menikahi putrinya yang tuli, buta, lumpuh, bisu, dan buruk rupa. Dengan kagetnya Ia menjawab dengan baik dan menundukan kepalanya. Sebenarnya putri yang dari pemilik buah apel itu bagitu indah, atau yang dimaksud tuli (telinganya tidak pernah mendengarkan suara-suara yang buruk terkecuali yang baik), buta (matanya tidak dipergunakan untuk melihat sesuatu yang maksiat), lumpuh (dikarnakan rajin beribadah), bisu (mulutnya tidak dipergunakan untuk membicarakan sesuatu yang tidak baik), dan buruk rupa (bahwa putrinya itu begitu sangat cantikdan tidak pernah memamerkan kepada orang lain).

Setelah Ia menikah dengan putri pemilik apel tersebut, sang pemilik apel kemudian menunjukan kamar putrinya yang sudah syah menjadi istri. Lalu Ia memberanikan diri  pergi kekamar tersebut dan masuk ke kamar istrinya yang ditunjukan olah sang pemilik apel. Ternyata didalam kamar tersebut ada wanita cantik dan tidak sesuai dengan apa yang diceritakan oleh sang pemilik buah apel itu. Ia merasa kaget dan keluar dari kamar serta langsung menghadap sang mertua, dan menceritakan tentang wanita yang Ia temui tadi serta beranya bahwa mertuanya salah atau keliru menunjukan kamar istrinya. Sang mertua pun menjawab dengan tegas serta tersenyum menjelaskan apa yang dimaksud sang mertua tuli, buta, lumpuh, bisu, dan buruk rupa. Mendengar jawaban dan penjelasan sang mertua maksud, Ia langsung berterimakasih kepada sang mertua serta bersujud dengan bersyukur atas karunia yang Allah SWT berikan dengan usahanya dalam mencari tahu sang pemilik apel dan menjalan syarat dengan baik dan ikhlas.

Begitulah cerita Imam syafi’i yang dikenal kejujurannya dan menjadi modal utama dalam menjalani kehidupannya. Kejujurannya merupakan segala suatu amal perbuatan yang baik. Oleh karna itu, kejujuran merupakan kunci dari suatu kehidupan untuk menuju suatu kebahagiaan,dan merupakan suatu perbuatan untuk meraih surga Allah SWT. Surga merupakan tempat kebahagiaan yang tak terkira. Didunia pun kebahagiaan yang bisa kita rasakan selama ini, baik secara materi maupun immaterial. Kenikmatan jasmani rohani pun pasti bisa kita rasakan dengan cara yang baik dan halal.

Begitulah sang Imam syafi’i, Ia telah mendapatkan ganjarannya karna kejujurannya. Tetapi yang pati, kalian harus ingat bahwa bila melakukan kejujuran jangan mengharapkan sesuatu seperti tadi istri cantik atau pun imbalan, melainkan melakukan dengan ikhlas dan merasa harus didalam hati kita.

Sekian dan terimakasih.........!

Sunday, October 14, 2012

Gejala HIV / AIDS

Sebelum saya membahas tentang gejala HIV / AIDS, saya akan membahas tentang apa sih HIV /AIDS ????
HIV adalah kependekan dari Human Immunodeficiensi Virus, yaitu virus yang menyerang di sistem kekebalan tubuh manusia. Orang yang mengindap HIV disebut HIV + ( HIV Positif ) atau mengindap HIV secra fisik biasa saja tidak berbeda dengan orang lain yang normal. Setelah samapi 5-10 tahun lama nya, seseorang pengindap HIV dapat berubah menjadi penderita AIDS.


Kepanjangan dari AIDS adalah " Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala penyakit akibat hhilangnya sistem kekebalan tubuh seeorang. Penderita AIDS pada awalnya tidak berbeda dengan orang lain yang tidak terkena penyakit tersebut, namun pada seorang pengindap HIV atau AIDS, sebuah penyakit ringan pun akan berubah menjadi menderita dan gejala yang lebih berat flu, misalnya pada orang normal akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih dari satu minggu, meskipun tidak diobati sama sekali asal cukup makan dan tidur / istrahat. Sedangkan bila gejala flu ini di orang yang mengderita HIV atau AIDS, penyakit flu ini akan menetap lama bahkan semakin parah dari waktu ke waktu. Jadi penyakit AIDS tidak akan mati karna penyakit AIDS-nya sendiri tetapi oleh penyakit lain yang dideritanya.


Gejala HIV /AIDS biasanya tidak menunjukan gejala apapun, oleh karenanya satu-satunya cara untuk memastikan adanya HIV / AIDS adalah melalui pemeriksaan laboratorium. Tetapi bila seseorang trinfeksi selama 3 bulan pertama ( Windows Period ), seserang tidak dapat mengetahui apakan dia trinfeksi atau tidak. Bahkan meski sudah diperiksa dilaboratorium pun akan menghasilkan negtif padahal saat itu gejala trsebut sudah dapat menular kepada orang lain.

Terhitung bila seserang trindap HIV selama 5-10 tahun, barulah dia akan menderita penyakit AIDS. Dan kemudia akan mati dalam 2-3 tahun sesudahnya.

Pada perinsipnya Penularan HIV /AIDS melalui perpindahan virus dari darah / cairan sperma / vagina seorang penderita kepada orang lain. HIV hanya dapat menular melalui cairan dua jenis tadi, jadi seperti air ludah, keringat, air mata, dan lain-lain.

Berikut penularan HIV melalui :

  1. Berhubungan seksual, baik yang normal maupun yang homo.
  2. Tranfusi darah yang mengandung HIV atau transpalantasi organ tubuh dari penderita.
  3. Penggunaan alat suntik dan tusuk ( tindik, tato, pisau cukur, bahkan sikat gigi ) yang brgantian dengan penderita penyakit AIDS.
  4. Perpindahan HIV dan penderita AIDS yang hamil kepada yang dikandungnya.
Kegiatan yang tidak menuarkan HIV /AIDS yaitu :
  1. Hidup serumah dengan pengindap HIV / penderita AIDS.
  2. Bersenggolan dengan pengindap HIV / penderita AIDS.
  3. Bersentuhan dengan barang atau pakaian.
  4. Berjabat tangan.
  5. Batuk atau bersin dengan pengindap HIV / penderita AIDS.
  6. Makan dan minum walaupun dengan barang yang sama.
  7. Gigitan nyamuk atau serangan lain.
  8. Berenang bersama.
Berikut pencegahan HIV / AIDS yaitu :
  1. Meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bertakwa.
  2. Berperilaku sek dengan halal dan sehat.
  3. Berhati-hati dalam menggunakan produk darah, jarum suntik atau tusuk lainnnya dari trimpeksi HIV.
  4. Bagi yang belum menikan diharapkan jangan melakukan seksual / sek bebas.
  5. Setia pada pasangan yang satu dan tidak trinfeksi HIV.
  6. Gunakan kondom setiap kali bila berhubungan sek yang beresiko.
  7. Hindari jarum suntik secara bergantian dan tidak steril.
Nah sobat, Jadi harus waspada terhadap virus HIV / AIDS.
Yang saya sarankan anda jangan berhubungan sek bebas dan yang belum menikah jangan melakukan seks, lakukan seks bila sudah halal dengan pasangan anda dan setia,,jhhe ;)

Wednesday, September 19, 2012

Rasa Malu


Malu
Malu adalah hal yang wajar bagi setiap orang. Di dalam diri kita ada dua hal yang seperti halnya contoh yaitu rasa malu yang kita miliki bisa menghambat kita dari pengembangan diri, dari tampil di muka umum, dari memberikan koreksi terhadap orang lain, atau dari kebaikan-kebaikan yang harus dilakukan dengan kepercayaan diri (PD), dan terkadang kita masih belum terlalu PD, yang pasti merugikan diri kita di dalam bersosialisasi. dan ada juga rasa malu yang bagus atau baik dimiliki oleh setiap orang seperti halnya dalam mengkenakan pakean yang menutupi auratnya, tidak melakukan maksiat, dan tentunya tidak melakukan apa-apa yang dilarang agama, terutama agama islam.

Berikut rasa malu yang baik kita tanam di dalam diri kita :

POSITIF

Rasulullah SAW bersabda:


"Malulah pada Allah SWT dengan rasa malu yang sesungguhnya: Jagalah kepala dan apa yang ada padanya, jagalah perut dan apa yang dikandungnya. Ingatlah kematian dan ujian. Maka barangsiapa yang melakukan itu balasannya adalah Surga Ma'wa." (HR. Ath-Thabrani)

"Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan." (HR. Imran Bin Husaini Ra)

Rasa malu itu memiliki keutamaan yang tinggi dalam Islam, sehingga akhirnya rasa malu itu bisa menghalangi kita dari berbuat dosa maupun kemaksiatan. Namun, tempatkan rasa malu itu pada koridornya yang benar, untuk beberapa hal, menjadi seorang yang pemalu itu tidak tepat, contohnya ketika ingin menuntut ilmu, ataupun ketika kita akan berbuat kebaikan, karena sesungguhnya rasa malu itu membawa kebaikan seperti yang dikatakan  hadis di atas. Rasa malu yang seperti dikatakan di atas adalah menjaga perbuatan perbuatan yang keji dan munkar.


Jadi marilah kita membangun rasa malu kepada kebaikan dan bukan kepada keburukan agar kita bisa menjadi orang-orang yang bersih bila kita menempatkan rasa malu kepada yang baik, serta buanglah rasa malu untuk hal-hal yang buruk.


Berikut adalah rasa malu yang harus kita buang jauh-jauh :


NEGATIF


Rasa malu secara naluri itu menyimpan rasa kalau dirinya itu terlewatkan dari orang lain. Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial, dan yang pasti sangat merugikan sekali.

Cara Mengatasi Rasa Malu


Untuk mengatasi rasa malu adalah belajar bersikap santai tenang atau rileks dalam pergaulan. Usahakan untuk mengarahkan diri kamu dari terlalu berpusat diri sendiri, dan beri ruang untuk memperaktekan kemampuan berbicara dengan orang di sekitar mu. Dan berikut cara menghilangkan rasa malu yaitu :

  1. Pikirkan tentang cara  kamu merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah  kamu kenal, dimana  kamu bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat  kamu bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri  kamu memudar.
  2. Hindari terlalu memperhaan diri  kamu sendiri. Tentu saja,  kamu boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana  kamu akan melewatkan perbicangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus  kamu tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan  kamu , selanjutnya  kamu akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi  kamu bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan  kamu lebih tenang. 
  3. Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari ya/tidak. 
  4. Berhentilah percaya pada imajinasi  kamu. Mungkin  kamu pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang  kamu bayangkan. Itu menunjukan beatapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang  kamu, belum tentu sama persis seperti bayangan  kamu. 
  5. Berhentilah memikirkan 'segalanya atau bukan apa-apa.' Pemikiran 'pasti begini/pasti begitu' tertuang saat  kamu mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ekstrim. Bagi orang yang sedang marah ' kamu salah' dan 'mereka benar,' orang yang marah akan melihat dirinya 'gagal', sedang yang lain 'berhasil'. Jadi berhentilah berpikir kalau  kamu mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci  kamu. Saat  kamu merasa rileks dalam pergaulan sosial,  kamu juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya  kamu akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa
  6.  Nikmati waktu  kamu. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaan.  Kamu dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan  kamu, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.
Semoga bermanfaat sob.............jhehehe

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
PEMBERITAHUAN KEPADA SEMUA PENGUNJUNG, BAHWA BLOG INI TIDAK AKTIF (UPDATE) LAGI, DAN DIGANTIKAN KE : "{ http://information-attract.blogspot.com }"
Free Web Hosting